Selasa, 22 Mei 2018

Menyambut bulan suci Ramadhan di kota Indramayu

Di kota Indramayu,  kebiasaan menyambut bulan puasa adalah dengan di adakan "pawai obor" warga Indramayu berbondong-bondong menyalakan api obor untuk menyambut bulan suci Ramadha.  Sebenarnya hal itu bukan kebiasaan yang di bawa nenek moyang. Namun, baru beberapa tahun ini festival itu di adakan dalam rangka meramaikan kota Indramayu.  

Acara tersebut bertempat di Tugu Perjuangan, Simpang Lima, kota Indramayu.  Pawai obor ini bukan saja di adakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan tetapi juga biasanya ketika ada acara maulid Nabi pawai obor ini di gelar secara meriah. Walaupun pada saat acara tersebut berlangsung saya tidak berada di kota Indramayu tetapi saya melihat acaranya sukses. Terlihat pada foto di bawah ini 


Selasa, 13 Maret 2018

My self

Hallo! 


    Anita dewi itulah namaku yang 18 tahun lalu ayahku berikan sebuah nama yang indah lahir pada 10 maret 2000,indramayu. Lahir dirumah ku ternyaman. Aku memulai pendidikan ku dibangku TK pada usia 5 tahun di TK RA MA'ARIF LANGUT kemudian setelah saya lulus TK yang tanpa ijazah itu saya melanjutkan ke pendidikan saya di MI MA'ARIF LANGUT setelah mengenyang pendidikan di MI selama 6 tahun banyak sekali pengetahuan yang saya dapat pada usia 6-11 tahun. Tak cukup untuk menambah ilmu lalu saya melanjutkan ke sekolah menengah pertama yaitu di MTS N 1 LOHBENER yang sekarang telah berubah nama menjadi MTS N 10 INDRAMAYU, SMA N 1 losarang merupakan awal baru untuk saya mengetahui masa remajuku merasakan kebahagian dengan sahabat, main bareng teman dengan tanpa melebihi batasnya artinya saya adalah salah satu orang yang dipantau orang tua, ibu dan ayahku membiarkan pergaulan ku dengan batasnya banyak cerita yang saya  dapatkan pada masa SMA rasanya dengan secangkir kopi saja tidak cukup untuk menemani pembicaraan.





 Usainya masa SMA aku, dengan keterbatasanku untuk berfikir untuk melanjutkan kuliah atau tidak akhirnya ntah datangnya darimana tiba-tiba terfikir untuk melanjutkan kuliah dengan segala dorongan semangat dari orangtua. Awalnya memang masih bimbang dengan berbagai macam pilihan karena ini bukan saja menyangkut hobby dan basic saya apa tapi juga untuk masa depan yang layak untuk saya dan keluarga karena motivasi saya kuliah adalah "agar menjadi wanita yang cerdas,tak hanya masalah dapur tapi juga dalam segala hal dan supaya saya bisa menyeimbangi ilmu dengan calon suami". Kembali lagi pada cerita awal selanjutnya saya mengikuti berbagai tes di perguruan tinggi negri di bandung dan juga semarang pada akhirnya itu semua gagal. Namun, itu tidak menjadi sebuah penyesalan berlebih untuk saya yang usahanya masih lebih rendah dari ribuan siswa lainnya. Mungkin dengan itu semua saya bisa belajar lagi untuk menghargai sebuah usaha karena doa saja tidak cukup untuk sukses. Allah lebih mencintai orang yang semangat juangnya tinggi
Mungkin saya juga pada awalnya merasa patah semangat dan rasanya sudah tidak lagi untuk melanjutkan kuliah tidak ada lagi pilihan yang menurut saya cocok dengan basic dan hobby saya, hingga akhirnya saya menyerah kan diri pada Allah dengan segala doa saya meminta untuk diberikan petunjuk.




Tanpa disadari bahwa saya telah menjadi mahasiswa resmi di Uin Sunan Gunung Djati Bandung Fakultas Dakwah dan Komunikasi dengan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam semester II. Mungkin saja ini semua doa yang saya panjatkan atau sudah menjadi sebuah takdir apapun itu adalah rahasia Tuhan dan saya memahaminya.